Breaking

Wednesday, 7 September 2016

Warna nan indah berlalu



Sendiri
Sepi lagi
Melayan rasa hati
Saat ini terdengar kuat hembusan nafas
Sedang jantung berdegup laju
Jelas di telinga

Mengapa harus begini

Rindu
Ku rindu riuh
Seperti dahulu
Saat burung berkicau pun tak terkesan
Ketawa kita menghilangkan rancaknya suara anak kecil

Senyum
Sentiasa di bibir
Mereka melihat gembira
Sungguh itu yang dirasa
Tapi, hanya sementara

Mengapa harus terjadi?

Awan bergerak berlalu
Meninggalkan jiwa kita kaku
Tak daya menghalang
Tak juga kita menyerah
Namun, harus akur
Dengan hukum itu

Siapa aku siapa kau
bukanlah utama

Melangkah
Atur gerak kakimu
Menuju hasrat hatinya
Walau bukan inginmu
Percayalah itu yang terbaik

Padamkan hitam yang berselerak
Lukiskan indah pelangi
Kesat mutiara yang bergenang
Dongak ke atas
Dan tetaplah tersenyum



7 comments: